Banyak Inovasi, Kenapa Bisnis Ponsel LG Bisa Tumbang?

Banyak Inovasi, Kenapa Bisnis Ponsel LG Bisa Tumbang?

Jakarta – Bisnis ponsel LG resmi ditutup karena kalah saing dan terus merugi. Dikenal sebagai salah satu vendor ponsel yang paling inovatif, kenapa LG bisa sampai tumbang?

Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, salah satu kesalahan LG adalah membuat banyak inovasi yang tidak begitu dibutuhkan konsumen. Selain itu beberapa inovasi yang diciptakan juga ‘nyeleneh’ dan terkesan seperti eksperimen.

“LG melakukan banyak inovasi tetapi seperti setengah eksperimen, seperti smartphone modular, yang tampak bagus, tapi dalam pelaksanaannya harus dinyala matikan restart saat berganti modul. Ketidakpraktisan ini membuat inovasinya tidak banyak menarik untuk konsumen,” kata Lucky pada Selasa (6/4/2021)

Selain itu, LG juga dinilai tidak bisa memasarkan produknya dengan baik. Lucky mengatakan di luar negeri LG lebih memanfaatkan penjualan lewat operator sehingga mereka tidak mengeluarkan biaya marketing sendiri.

Hal ini berbanding terbalik dengan rekan senegaranya Samsung yang disebut Lucky bisa menampilkan semua keunggulan produknya lewat event peluncuran dan marketing besar-besaran.

Pangsa pasar LG juga makin menyusut. Pada tahun 2020, pangsa pasar global LG hanya sebesar 2%, penurunan yang sangat jauh jika melihat statusnya sebagai vendor ponsel ketiga terbesar di dunia tahun 2013, di belakang Samsung dan Apple.

Apalagi kini LG juga harus mengantisipasi serangan agresif vendor asal China yang menawarkan produk yang semakin berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

“LG tidak memiliki range smartphone yang kompetitif di seri-seri mid to low, hingga akhirnya tergerus terus menerus oleh persaingan yang semakin berat,” ucapnya.

Lucky mengatakan dalam enam tahun terakhir posisi LG sudah terlalu terpuruk untuk bisa kembali bersaing. Jika ingin kembali ke masa jayanya, LG harus melakukan hal yang radikal, mengubah cara marketing dan memperbarui lini ponselnya secara besar-besaran.

READ  Poco X3 Pro dan F3 Dirilis, Ini Harga dan Spesifikasinya

“Melakukan hal ini di banyak negara, butuh usaha yang sangat besar, talenta-talenta yang memang ahli di bidangnya, dan butuh spare waktu yang cukup panjang sampai membuahkan hasil, dan biaya yang sangat besar,” jelas Lucky.

“Dengan kondisi LG yang sekarang sepertinya hal ini sangat berisiko untuk dijalankan,” pungkasnya.

 

Leave a Reply